Gus Baha: Kisah Mi'raj yang jarang di ceritakan

Gus Baha: Kisah Mi'raj yang jarang di ceritakan

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang peristiwa Isra Mi'raj berdasarkan riwayat dalam Shahih Muslim. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:

  • Pertemuan Nabi Muhammad dengan Nabi Adam dan reaksinya terhadap ahli surga dan ahli neraka.
  • Pertemuan dengan Nabi Musa dan dialog tentang jumlah sholat yang diperintahkan.
  • Pentingnya mengelola perbedaan dan sudut pandang, serta hubungan emosional Nabi Muhammad dengan Nabi Ibrahim.
  • Penjelasan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah tentang sifat Allah yang Maha Suci dan tidak terikat oleh tempat dan waktu.

Pertemuan Nabi Muhammad dengan Nabi Adam [0:35]

Dalam peristiwa Mi'raj, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam yang melihat ke kanan (ahli surga) dengan senang dan ke kiri (ahli neraka) dengan sedih. Nabi Adam merasa sedih karena sebagian dari anak cucunya ada yang menjadi ahli neraka. Hal ini mengajarkan kita untuk belajar dari keterbatasan sebagai manusia dan mengelola kegagalan. Iman kepada Qadar Allah adalah yang tertinggi, menerima bahwa segala kebaikan dan keburukan telah digariskan.

Pentingnya Menerima Takdir dan Bersikap Sopan [3:33]

Semua yang ditakdirkan Allah pasti baik jika kita ridha. Memiliki kekurangan dapat meredam keangkuhan dan membuat kita lebih sopan. Kita harus sangat sopan kepada Allah yang telah memberikan segalanya, yang diimplementasikan dengan sujud dan sholat, yang merupakan bagian dari hasil Mi'raj.

Pertemuan dengan Nabi Musa dan Perintah Sholat [5:35]

Nabi Muhammad kemudian bertemu dengan Nabi Musa yang menangis karena umat Nabi Muhammad lebih banyak masuk surga daripada umatnya. Nabi Musa menyarankan Nabi Muhammad untuk meminta keringanan jumlah sholat. Akhirnya, setelah beberapa kali meminta keringanan, jumlah sholat menjadi lima waktu. Ini mengajarkan bahwa dalam berhubungan dengan Allah, kita tidak perlu malu untuk meminta.

Barokah Protesnya Nabi Musa dan Konsep Ingkar Mungkar [8:35]

Dalam Islam, Allah menyukai orang yang lemah lembut dan juga yang suka komplain demi kebenaran, bukan demi konflik. Sholat lima waktu yang kita lakukan saat ini adalah berkat "komplainnya" Nabi Musa. Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir juga mengajarkan pentingnya ingkar mungkar, yaitu mengingkari sesuatu yang buruk, meskipun dengan cara yang tidak merusak.

Mengelola Perbedaan dan Cara Pandang [12:45]

Kita harus bisa mengelola perbedaan dan sudut pandang agar selalu mendapat nikmat Allah. Cara pandang setiap nabi berbeda-beda. Nabi Ibrahim mendoakan ampunan bagi yang tidak mengikutinya, sedangkan Nabi Isa tidak mengambil sikap terhadap orang yang tidak benar. Kita tidak pernah tahu cara pandang orang lain terhadap kita, jadi kita harus selalu berusaha untuk berbuat baik.

Hubungan Emosional dengan Nabi Ibrahim dan Akidah Ahlussunnah [14:48]

Ketika Nabi Muhammad bertemu Nabi Ibrahim, terjalin hubungan emosional yang kuat. Nabi Muhammad merasa senang karena menjadi cucu yang paling mirip dengan Nabi Ibrahim. Dalam akidah Ahlussunnah Wal Jamaah, Allah Maha Suci dan tidak terikat oleh tempat dan waktu. Meskipun Nabi Muhammad bertemu Allah di Sidratul Muntaha, Allah tetaplah Allah yang tidak bisa diandaikan dengan makhluk. Allah itu Qayyum, berdiri sendiri dan tidak membutuhkan apapun.

Watch the Video

Date: 1/17/2026 Source: www.youtube.com
Share

Stay Informed with Quality Articles

Discover curated summaries and insights from across the web. Save time while staying informed.

© 2024 BriefRead