Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang penyembuhan luka batin dan bagaimana luka tersebut dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan kita. Peter Guntur menekankan pentingnya mengenali dan memulihkan luka batin agar tidak menyakiti orang lain dan dapat menjadi berkat. Selain itu, ia juga membahas tentang kuasa lidah dalam menentukan kehidupan dan pentingnya menjaga perkataan.
- Luka batin yang tidak disembuhkan dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan.
- Pentingnya mengenali dan memulihkan luka batin agar tidak menyakiti orang lain.
- Kuasa lidah dalam menentukan kehidupan dan pentingnya menjaga perkataan.
Doa Pembukaan [0:00]
Peter Guntur membuka dengan doa, memohon hadirat Tuhan dan pemahaman akan kehendak-Nya. Ia juga berdoa agar jemaat diubahkan menjadi serupa dengan Tuhan dan agar firman Tuhan meresap ke dalam hati mereka.
Luka Batin dan Pengaruhnya [0:45]
Banyak orang menyimpan luka akibat perlakuan buruk di masa lalu, seperti dikhianati, direndahkan, atau diabaikan. Luka yang tidak dipulihkan dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah marah, tersinggung, khawatir, atau berpikiran negatif. Orang yang terluka cenderung melukai orang lain, dan banyak orang di gereja mengalami sakit jiwa karena luka batin. Jiwa yang sakit memengaruhi pikiran, perasaan, dan kehendak, sehingga tidak sejalan dengan firman Tuhan. Orang yang disakiti sulit diajak berteman karena mereka melindungi diri agar tidak terluka lagi.
Ciri-Ciri Orang yang Terluka [4:19]
Luka masa lalu yang disimpan dapat memengaruhi perilaku dan keputusan seseorang, serta selalu teringat dalam ingatan. Orang yang sombong dan keras kepala sering kali marah ketika ditegur, membela diri, dan menggunakan ayat firman Tuhan untuk membenarkan diri. Orang yang hatinya lembut akan cepat bertobat ketika ditegur, seperti Daud yang didapati berkenan di hadapan Tuhan. Sebaliknya, Saul marah dan membela diri ketika ditegur, sehingga ditolak Tuhan. Teguran adalah didikan terbaik, sekalipun menyakitkan.
Hati yang Tidak Benar [6:51]
Orang yang hatinya tidak benar akan mudah tersinggung, marah, dan menyimpan sakit hati serta kepahitan. Mereka selalu mengingat kejelekan orang lain. Padahal, jika Tuhan mengingat kejelekan kita, kita tidak berharga sama sekali. Kejelekan dalam diri kita harus dibuang agar kita dapat memancarkan kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain. Teguran dan nasihat diperlukan untuk mencabut kejelekan tersebut. Jangan memproteksi diri dengan marah atau tersinggung, karena itu menunjukkan jiwa yang sakit dan cenderung menyakiti orang lain.
Kuasa Lidah [8:36]
Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya. Apa yang kita katakan akan kita makan buahnya. Jika kita mengatakan hal yang baik, kita akan makan buah yang baik. Jika kita mengatakan hal yang buruk, kita akan makan buah yang buruk. Oleh karena itu, penting untuk memperkatakan janji Tuhan atas hidup kita, bukan kejelekan orang lain. Hidup dan mati dikuasai lidah. Cara hidup dan pola makan juga memengaruhi umur kita. Jaga lidah dan bibir kita dengan baik.
Pemarah dan Kesabaran [12:52]
Orang yang suka marah membangkitkan pertengkaran, sedangkan orang sabar memadamkan perbantahan. Orang yang gampang marah adalah orang yang bodoh dan berpikiran pendek, sedangkan orang yang sabar dapat menganalisis masalah dengan baik dan mengendalikannya. Berkata-kata dengan tepat adalah ciri orang cerdas. Jika hati kita benar, maka perkataan kita juga baik. Orang yang melukai orang lain adalah orang yang terluka, punya trauma, atau sakit jiwa (NPD). Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar atau gampang panik, karena itu menunjukkan adanya trauma yang belum beres.
Trauma dan Pemulihan [16:04]
Trauma dapat disebabkan oleh berbagai pengalaman buruk, seperti disakiti, dibuang, tidak dihormati, dimaki, atau dihina. Trauma kemiskinan dapat membuat seseorang menjadi pelit. Orang yang pelit mungkin trauma dengan kekurangan dan luka batin dengan kemiskinan. Oleh karena itu, mereka harus merdeka agar diberkati. Orang yang memberi akan diberkati melimpah. Penting untuk belajar menabur dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Solusi: Datang ke Hadapan Tuhan [21:22]
Solusinya adalah datang ke hadapan Tuhan. Berseru kepada Tuhan dalam kesesakan dan Dia akan menyelamatkan kita dari kecemasan. Transparankan hati kita di hadapan Tuhan dan akui segala kesedihan, kejengkelan, dan ketidaknyamanan hati. Mohon kepada Tuhan untuk dipulihkan, disehatkan, dan dijadikan orang yang merdeka. Jangan menjadi orang yang datang ke gereja tetapi sakit jiwa.
Doa Penutup [22:27]
Peter Guntur menutup dengan doa, memohon agar firman Tuhan meresap ke dalam hati jemaat dan mengurapi mereka. Ia juga berdoa untuk berkat bagi Pak Nur Hadi, Alfa Patrick, dan seluruh jemaat, agar mereka dipulihkan dari masa lalu, trauma, sakit hati, kepahitan, dan luka batin. Ia juga memohon agar mereka diberkati dengan umur panjang, kesehatan, kesejahteraan, dan kelimpahan.
Sesi Urapan [24:06]
Sesi urapan dan penyembuhan, di mana jemaat maju ke depan untuk didoakan dan menerima urapan dari Tuhan.
Pujian dan Penyembahan [30:46]
Sesi pujian dan penyembahan, di mana jemaat menyanyikan lagu-lagu rohani dan meninggikan nama Tuhan.